Oleh: Safina Rahmaniar Wanaputri
Baru-baru ini beredar video yang menunjukkan tindakan sekelompok pemuda yang meneror pengguna sepeda motor di pagi hari. Kelompok ini biasa dikenal dengan geng motor. Perbuatan para remaja ini sudah terjadi di banyak tempat, diantaranya Jakarta dan Depok. Akibat adanya geng motor ini, banyak orang yang menjadi korban dari keganasan geng motor. Contohnya dua remaja di Depok yang pada saat itu sedang mengikuti ronda di malam hari, menjadi korban pembacokan dan mendapat luka terbuka akibat sebatan senjata tajam oleh sekelompok geng motor.[1] Selain itu, seorang anggota TNI yang pada saat itu tengah melakukan ronda malam di lingkungan tempat tinggalnya di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang juga menjadi korban pengeroyokan akibat geng motor.[2] Hal ini tentu saja telah meresahkan banyak warga sekitar. Untuk menghadirkan rasa aman kepada warga sekitar, Polresta Depok menggelar operasi skala besar dengan melibatkan Tim Khusus Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan atau yang biasa dikenal dengan Tim Jaguar. Tim Jaguar ini memiliki tugas untuk memburu aksi kejahatan jalanan di Depok. Hasil operasi tersebut telah beberapa kali berhasil menangkap orang-orang yang meresahkan kemanan dan kenyamanan masyarakat di malam hari. Dengan maraknya geng motor ini, Tim Jaguar sudah berhasil menangkap beberapa orang yang dianggap sebagai anggota geng motor.
Maraknya geng motor ini membuat beberapa kelompok atau organisasi masyarakat merasa tergerak untuk ikut membantu polisi agar dapat memberantas geng motor. Contohnya, kumpulan driver ojek online yang membentuk sebuah tim yang bertujuan untuk membantu tugas polisi jika terjadi kejahatan geng motor dan tim tersebut telah beberapa kali berhasil menangkap sekelompok remaja yang diduga merupakan anggota geng motor. Namun menurut Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Depok, Faizal Ramadhani meminta organisasi masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan sweeping kepada kelompok remaja yang diduga anggota geng motor dikhawatirkan tindakan tersebut akan menyebabkan adanya gesekan antara masyarakat yang justru dapat memperkeruh situasi. Hal ini sesuai dengan ayat (4) UUD 1945, kewenangan penindakan atas tindakan kriminal sepenuhnya berada di tangan kepolisian.[3]
Selain driver Gojek, ada pula massa Front Pembela Islam (FPI) yang juga merasa tergerak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pada masyarakat karena adanya geng motor dengan melakukan sweeping di Margonda, Depok. Pada hari Jumat tanggal 26 Mei 2017 pukul 02.00 dini hari, Tim Jaguar memergoki kegiatan sweeping FPI tersebut dan langsung dibubarkan oleh Tim Jaguar Polresta Depok dan pada saat massa FPI melakukan sweeping, mereka membawa senjata tajam berupa bambu. Menurut Iptu Winam Agus, Ketua Tim Jaguar, sebenarnya masyarakat boleh saja berpartisipasi dalam menjaga ketertiban, tetapi masyarakat tidak diperbolehkan melakukan tindakan penghakiman di jalanan. Mereka tidak berhak untuk melakukan sweeping karena kewenangan itu sepenuhnya ada pada polisi. Menurutnya, pihaknya membubarkan ormas FPI dalam aksi sweeping geng motor itu semata-mata agar tidak dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang justru dapat memperkeruh situasi.[4]
Penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya geng motor yang meresahkan masyarakat, timbul juga besarnya partisipasi rakyat untuk membantu polisi dalam menghadirkan rasa nyaman kepada masyarakat, contohnya organisasi masyarakat FPI yang melakukan sweeping tersebut. Hanya saja disayangkan mereka membawa senjata tajam dan hal tersebut tidak dapat dibenarkan apalagi jika hal tersebut dapat memancing hal-hal yang dapat memperkeruh situasi. Sebenarnya masyarakat boleh saja ikut menjaga ketertiban di tengah masyarakat, hanya saja masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan tindakan penghakiman di jalanan dimana tugas tersebut berdasarkan undang-undang berada di tangan kepolisian.
DAFTAR PUSTAKA
Artikel Berita Elektronik
Atriana, Rina. “Tim Jaguar Depok Pergoki Massa Ormas yang Hendak Gelar Sweeping.” Detik. https://news.detik.com/berita/d-3512824/tim-jaguar-depok-pergoki-massa-ormas-yang-hendak-gelar-sweeping. Diakses pada 5 Juni 2017.
Hamdi, Imam. “Geng Motor di Depok Kian Brutal, Dua Remaja Jadi Korban.” Tempo. https://metro.tempo.co/read/news/2017/06/08/064882705/geng-motor-di-depok-kian-brutal-dua-remaja-jadi-korban. Diakses pada 14 Juni 2017.
___________. “Isu Geng Motor, Polres Depok Minta Ormasi Tidak Melakukan Sweeping.” Tempo. https://metro.tempo.co/read/news/2017/05/28/064879362/isu-geng-motor-polres-depok-minta-ormas-tidak-melakukan-sweeping. Diakses pada 4 Juni 2017.
Pribadi, Bowo. “Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor.” Republika http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/05/15/opz6bw365-anggota-tni-jadi-korban-pengeroyokan-geng-motor. Diakses 14 Juni 2017.
[1] Imam Hamdi. “Geng Motor di Depok Kian Brutal, Dua Remaja Jadi Korban,” Tempo, https://metro.tempo.co/read/news/2017/06/08/064882705/geng-motor-di-depok-kian-brutal-dua-remaja-jadi-korban, diakses pada 14 Juni 2017.
[2] Bowo Pribadi, “Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor,” Republika, http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/05/15/opz6bw365-anggota-tni-jadi-korban-pengeroyokan-geng-motor, diakses pada 14 Juni 2017.
[3] Imam Hamdi, “Isu Geng Motor, Polres Depok Minta Ormasi Tidak Melakukan Sweeping,” Tempo, https://metro.tempo.co/read/news/2017/05/28/064879362/isu-geng-motor-polres-depok-minta-ormas-tidak-melakukan-sweeping, diakses pada 4 Juni 2017.
[4] Rina Atriana, “Tim Jaguar Depok Pergoki Massa Ormas yang Hendak Gelar Sweeping,” Detik, https://news.detik.com/berita/d-3512824/tim-jaguar-depok-pergoki-massa-ormas-yang-hendak-gelar-sweeping, diakses pada 5 Juni 2017.
